Profil Kabupaten Intan Jaya

Profil Daerah

INTAN JAYA

Visi

Intan Jaya Sehat, Intan Jaya Pintar dan Intan Jaya Sejahtera dalam jargon “lanjutkan”

Misi

  • Meningkatkan akses infrastruktur transportasi, telekomunikasi, energy, air bersih dan permukiman.
  • Meningkatkan pelayanan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas.
  • Meningkatkan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.
  • Membangun ekonomi berbasis potensi local secara berkelanjutan.
  • Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan responsive.
  • Meningkatkan kesadaran kewarganegaraan dan harmoni.

Sejarah

Kabupaten Intan Jaya merupakan bagian dari wilayah Provinsi Papua, Indonesia. Intan Jaya resmi menjadi Kabupaten pada tanggal 29 Oktober 2008. Diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto. Sebelumnya, Daerah adalah bagian dari wilayah Kabupaten Paniai.

Kabupaten Intan Jaya adalah Daerah Otonomi Baru (DOB). Hasil dari pemekaran Kabupaten Paniai. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 54 Tahun 2008, tentang pembentukan Kabupaten Intan Jaya. Dengan proses waktu pemekaran, sekitar 1.5 tahun.


Peta administrasi kabupaten Intan Jaya

Geografi

Berdasarkan Undang-Undang nomor 54 tahun 2008 ini, menjadi dasar terbentuknya Kabupaten Intan Jaya, masuk dalam Provinsi Papua, dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagian Kedua Cakupan Wilayah Pasat 3 Kabupaten Intan Jaya Derasa( dari sebagian wilayah Kabupaten Paniai yang terdiri atas cakupan wilayah: Distrik Sugapa; Distrik Homeyo; Distrik Wandai; Distrik Biandoga; Distrik Agisiga; dan Distrik Hitadipa.

Pelaksanaan otonomi daerah pada hakekatnya diarahkan dan ditujukan untuk meningkatkan pelayanan (service delivery) Pemerintah Daerah kepada masyarakat (social community) agar lebih efisien dan responsif terhadap potensi, kebutuhan maupun karakteristik di masing­masing daerah.

Pemekaran wilayah ini secara normatif diarahkan, dan ditujukan sama dengan diterapkannya otonomi daerah. Cara yang ditempuh yaitu dengan meningkatkan hak dan tanggung jawab Pemerintah Daerah untuk mengelola rumah tangganya sendiri. Berada dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Hal ini menjadi penting agar Kabupaten Intan Jaya dapat tergambar dengan sesungguhnya, secara komprehensif, dengan data dan informasi yang dituangkan dalam buku Profit Kabupaten Intan Jaya. 

Ini bermanfaat dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Intan Jaya. Saat ini dan dimasa akan datang.

Wilayah Administratif

Secara umum dari segi topografi, Kabupaten Intan Jaya dapat dikategorikan sebagai kawasan pegunungan. Wilayah Intan Jaya terletak di jajaran Pegunungan Tengah Papua sehingga sebagian besar distrik di Intan Jaya bersuhu dingin. Kabupaten Intan Jaya dibentuk pada tahun 2008 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Paniai. Kabupaten ini memiliki luas wilayah ± 790.996,8 Ha ( luas wilayah indikatif tahun 2015). Secara administrasif batas wilayah kabupaten yang terletak di Pegunungan Tengah Papua ini adalah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Waropen
  • Sebelah Timur Laut : berbatasan dengan Kabupaten Memberamo Raya
  • Sebelah Timur : berbatasan dengan Kabupaten Puncak
  • Sebelah Tenggara : berbatasan dengan Kabupaten Puncak
  • Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kabupaten Mimika
  • Sebelah Barat Daya : berbatasan dengan Kabupaten Paniai
  • Sebelah Barat : berbatasan dengan Kabupaten Nabire

Letak geografis Kabupaten Intan Jaya berada pada 02 o 57’ 19”? 03 o 54’ 04” LS dan 136o 10’ 21” – 137o 21’ 34” BT (letak indikatif pada tahun 2013). Karakteristik wilayah Kabupaten Intan Jaya terbagi dalam wilayah dataran tinggi yang terdapat di seluruh distrik di Kabupaten Intan Jaya, serta dataran rendah yang sebagian besar berada di wilayah utara yaitu di Distrik Tomosiga, sebagian kecil di Distrik Mbiandoga, Agisiga, dan Hitadipa. Pada saat awal terbentuk, Kabupaten Intan Jaya hanya memiliki 6 distrik yaitu Distrik Sugapa sebagai ibukota kabupaten, Distrik Hitadipa, Distrik Homeyo, Distrik Wandai, Distrik Mbiandoga, dan Distrik Agisiga. Keenam distrik tersebut terbagi dalam 86 kampung. Seiring perkembangan masyarakat, maka pada tahun 2013 terjadi penambahan 2 distrik yaitu Distrik Ugimba yang merupakan pemekaran dari Distrik Sugapa serta Distrik Tomosiga yang merupakan pemekaran dari Distrik Agisiga. Penambahan distrik tersebut disertai penambahan jumlah kampung menjadi 97 kampung.