[Lengkap] Info Pendakian Puncak Jaya - Rute - Intan Jaya - Papua

[Lengkap] Info Pendakian Puncak Jaya – Rute; Intan Jaya, Papua

Butuh info pendakian Puncak Jaya yang lengkap? Kalau kamu merencanakan pendakian gunung Jayawijaya, sebelumnya kamu perlu mencari tahu infonya terlebih dahulu.

Puncak Jaya memang merupakan impian para pendaki dari seluruh dunia. Apalagi dengan memasukkan Carstenz Pyramid (nama lain Puncak Jaya) ini sebagai 1 dari 7 summit of the world.

Puncak Carstenz ini memang fenomenal. Dengan tinggi Puncak Carstensz 4884 mdpl, ia menjadi satu-satunya gunung tropis yang meyimpan salju abadi. Sebagai 1 dari 7 summit of the world, ia sejajar dengan Everest, Killimanjaro, Aconcagua, Elbrus, Denali, dan Vinson Massif.

Sejarah Gunung Jaya Wijaya (Puncak Carstenz)

Suku-suku Papua sudah sejak lama menghuni dataran tinggi di sekitar Puncak Jaya, jauh sebelum ekspedisi bangsa lainnya. Mereka menyebut puncaknya sebagai Nemangkawi atau Ngga Pulu. Saat itu tinggi Puncak Carstenz mencapai lebih dari 5000 mdpl karena tebalnya gletser.

Tahun 1623, seorang penjelajah asal Belanda melakukan ekspedisi ke sana dan menyaksikan gletser di daerah tropis yang membuat terperangah. Nama penjelajah itu adalah Jan Carstenszoon, yang kemudian membuat puncak tersebut dikenal di kalangan pendaki sebagai Carstens Pyramid.

Tahun 1963, secara resmi namanya disebut sebagai Puncak Soekarno, dan menjadi Puncak Jaya di era presiden Soeharto. Sedangkan bagi kalangan pendaki, terutama pendaki internasionoal, nama puncak Carstensz tampaknya tetap lebih populer.

Persiapan Pendakian Puncak Jaya

Sudah lazim bagi para pendaki gunung untuk melakukan persiapan sebelum memulai pendakian. Khusus untuk pendakian puncak Carstenz Jayawijaya, ia memiliki syarat pendakian yang lebih banyak dari gunung lain di  Indonesia.

Syarat Kesehatan

Syarat kesehatan ini tidak dapat diganggu gugat dalam setiap pendakian gunung apapun. Setiap pendaki harus sudah melalui pengecekan kesehatan dan tidak sedang menderita sakit apapun.

Apalagi jika tujuannya Carstenz Pyramid, yang merupakan salah satu gunung tertinggi di dunia. Setiap pendaki harus sudah meminum obat anti malaria secara teratur beberapa bulan sebelumnya.

Syarat Perlengkapan

Perlengkapan standar pendakian wajib dimiliki secara mandiri. Khusus untuk pendakian puncak Jayawijaya, ada perlengkapan khusus yang harus dipersiapkan.

Mengingat jalur pendakian ini akan melalui area dengan beragam kondisi, semua perlu diperhatikan dengan seksama. Perlengkapan tambahan antara lain untuk pendakian gunung es, pendakian tebing, dan pendakian area berpasir juga harus tersedia.

Syarat Perizinan

Untuk mendapatkan simaksi bagi para pendaki lokal tidaklah rumit. Simaksi ke Puncak Jaya bisa didapat di Balai Taman Nasional Lorentz di kota Wamena. Atau, pendaki bisa langsung ke seksi ORN tiap wilayah seperti SPTN 1 (Timika), STPN 2 (Wamena), dan SPTN 3 di Nabire.

Perlu diingat bahwa simaksi hanya berlaku  di zona pemanfaatan, seperti halnya pendakian Semeru, Kerinci, atau lainnya. Sedangkan zona inti di Puncak Carstensz tidak diberlakukan atau diberikan izin. Jadi, keputusan summit merupakan tanggung jawab masing-masing pendaki.

Untuk pendaki internasional akan lebih rumit lagi, karena melibatkan banyak lembaga pemerintahan. Paling tidak ada 8 instansi yang terlibat dan perlu dimintai surat izin.

  1. Kementerian Pemuda dan Olahraga
  2. Polri
  3. Badan Intelijen ABRI
  4. Kementerian Perhutanan dan Perkebunan
  5. Federasi Panjat Tebing Indonesia
  6. Badan Koordinasi Strategi Nasional dan Daerah
  7. Polda
  8. Rekomendasi EPO dari Dirjen Imigrasi

Selain itu, jika rute yang ditempuh melaui area pendakian, maka pendaki perlu meminta surat ijin dari PT. Freeport Indonesia.

Rute Pendakian Puncak Jaya

Riwayat pendakian gunung Jayawijaya termasuk yang paling ramai. Setiap tahun, ada lebih dari 300 pendaki gunung Puncak Jaya yang mempertaruhkan nyali untuk menggapai puncak.

Sayangnya, info lengkap pendakian Puncak Jaya cukup sulit didapati dalam bentuk tulisan secara detail. Mungkin tidak semua pendaki tersebut memiliki kecakapan dalam menulis. Sekalipun ada, biasanya hanya menyoroti beberapa aspek tanpa memberi detil informasi.

Secara garis besar, untuk menuju Puncak Jaya atau Puncak Carstensz, pendaki dapat menggunakan 2 rute pendakian: utara dan selatan.

Secara detil, jalur pendakian menuju Puncak Jaya dengan berjalan kaki dibagi menjadi  4 jalur.

  1. Jalur Selatan melalui Timika, kampung Dolinokogo (Tsinga), menuju puncak Carstensz selatan
  2. Jalur Utara melalui Nabire, Ilaga (Kab. Puncak Jaya), menuju Carstenz utara
  3. Jalur Utara melalui Nabire, Sugapa (Kab. Intan Jaya), kp. Ugimba, menuju Castenz utara atau timur.
  4. Jalur Utara melalui Nabire, Sugapa (Kab. Intan Jaya), kp. Zakumba, Endasiga, menuju Castenz utara atau timur.

Pendakian Puncak Jaya via Jalur Selatan

Untuk melewati jalur selatan, pendaki perlu datang ke Timika guna mengurus izin dan mencari porter. Biaya porter sekitar 1 – 1,5 juta per orang per hari. Satu pendaki mungkin membutuhkan 1 – 2 porter selama pendakian tersebut.

Jika memilih berjalan kaki, pendakian dapat memakan waktu hingga 7 – 10 hari. Jika menggunakan helikopter, pendakian dapat memakan paling cepat 5 hari. Biaya sewa helikopter sekitar 50 juta sekali jalan untuk 4 – 5 orang penumpang.

Helikopter akan membawa langsung menuju Yellow Valley, Tembagapura (4300 mdpl). Pastika di Yellow Valley tinggal selama 1 – 2 hari untuk aklimatisasi. Dari sana, pendakian dapat dilanjut berjalan kaki summit climb menuju Carstensz (4884) mdpl dalam 5 – 6 jam.

Baca juga info destinasi wisata lainnya;

Pendakian Puncak Jaya via Sugapa

Pendakian melalui Sugapa, kabupaten Intan Jaya, Papua merupakan pendakian yang paling disukai, terutama yang berjiwa penjelajah sejati. Ini karena pendaki dapat berinteraksi dengan penduduk lokal, yang menjadi ciri spirit pendakian.

Untuk menuju Sugapa, rutenya dilalui menggunakan jalur penerbangan perintis dari Nabire, selama 45 menit. Sugapa memiliki ketinggian 2300 mdpl, jadi pastikan cukup waktu menikmati eksotisme Papua di negeri atas awan ini. Sekalian untuk aklimatisasi dan mencari porter dari penduduk lokal.

Dari Sugapa, trekking dimulai melalui hutan, padang sabana, dan danau-danau hingga di pos Danau Biru (3900) mdpl. Dari Danau Biru, pendaki perlu melalui pos Lembah Danau-Danau (4200) mdpl sebelum sampai ke Yellow Valley (4300) mdpl.

Waktu tempuh dari Sugapa ke Yelow Valley sekitar 5 – 6 hari untuk pendaki yang belum terbiasa di rute ini. Cukup lama memang, karena setiap naik ketinggian 100 – 200 m harus beristirahat untuk aklimatisasi.

Dari Yellow Valley, rutenya akan sangat ekstrim. Ada tebing es setinggi 40 meter, padang gletser, hingga jurang 100 meter yang hanya bisa diseberangi dengan tali. Dari sana pendaki masih harus bergerak dalam sambungan, karena diapit jurang, menuju Puncak Carstensz.

Biaya Pendakian Puncak Jaya

Pendakian Jayawijaya merupakan salah satu pendakian dengan tantangan transportasi, keamanan, kesehatan, dan rute terekstrim di dunia. Oleh karena itu, risiko pendakiannya sangatlah besar.

Biaya pendakian puncak Jaya bagi penduduk lokal (Indonesia) berkisar antara 30 – 80 juta rupiah. Ini untuk tiket pesawat ke Timika atau Nabire, perlengkapan, makanan, penerbangan helikopter, perintis, dan porter.

Semakin banyak peserta, biaya akan semakin turun, karena itu lebih baik ikut open trip pendakian Puncak Jaya jika ada.

Penutup Info Pendakian Puncak Jaya

Mendaki satu di antara puncak tertinggi di dunia membutuhkan banyak persiapan: fisik, mental, perlengkapan, perizinan, dan biaya. Tapi dapat berdiri di atas gletser dalam pendakian Puncak Jaya akan membuat semua terbayarkan. Lebih baik melalui gerbang adat di Sugapa, Intan Jaya, karena mengenal alam, lingungan, dan budaya lainnya, merupakan spirit utama pendakian.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top