Wisata Intan Jaya - Papua - Puncak Carstenz 2

Puncak Carstensz lokasi tertinggi di Indonesia

Sebagai orang yang tinggal di negeri tropis, anda pasti bermimpi ingin melihat salju. Bukan hanya di negeri bermusim empat, Indonesia juga memiliki salju abadi di Puncak Carstensz, Papua.

Lokasi yang menjadi di titik tertinggi di Indonesia tersebut ketinggiannya mencapai 4.884 meter dpl. Sebagai puncak tertinggi di Indonesia, menjejakkan kaki di tempat ini menjadi mimpi bagi seluruh pendaki.

Baca juga; 8 Fakta Menarik Kabupaten Intan Jaya, Papua

Asal Nama Puncak Carstensz

Nama puncak tersebut berasal dari seorang penjelajah berkebangsaan Belanda bernama Jan Carstensz. Pada tahun 1623 ia mengatakan jika puncak sebuah gunung di Papua memiliki salju.

Laporan tersebut awalnya dianggap sebagai hal yang tidak masuk akal. Bagi publik Eropa pada masa tersebut, salju di negara tropis adalah hal yang tidak mungkin. Baru tiga abad kemudian sebuah ekspedisi Belanda membuat peta pulau Papua dan menemukan puncak gunung bersalju.

Untuk menghormati Carstensz, namanya kemudian diabadikan sebagai nama titik tertinggi di Papua tersebut. Karena ketinggiannya,Carstensz memiliki curah hujan yang tidak menentu. Para pendaki harus membawa jas hujan di tempat yang gampang diraih. Jika sewaktu-waktu hujan tiba-tiba turun supaya gampang dipakai.

Uniknya lagi, Puncak Carstensz memiliki tiga jenis hujan: hujan air, hujan salju, juga hujan es.

Saat mendaki gunung ini, anda akan dikenai beberapa pantangan. Salah satunya, jangan pernah berbicara tentang hantu dengan para porter. Penduduk lokal percaya hantu akan datang jika mereka disebut. Penduduk lokal menyebut Puncak gunung itu sebagai Ndugu.

Wilayah ini merupakan daerah suci tempat roh-roh nenek moyang sudah meninggal bersemayam. Mendaki Puncak Carstensz memiliki rintangan yang berbeda dibanding mendaki gunung lain di Indonesia. Selain harus menghadapi puncak yang terjal, pendaki akan menemui suhu sangat dingin dan angin kencang. Ia juga harus menghadapi minimnya oksigen.

Puncak Carstensz semula merupakan dasar laut yang dalam. Ia muncul akibat terangkatnya bebatuan sedimen karena tumbukan lempeng Indo-Pasifik dan Indo-Australia di dasar laut. Hal tersebut terlihat dari fosil hewan-hewan laut yang ditemukan di antara bebatuan Pegunungan Jayawijaya.

Berbagai akademisi memperkirakan jika salju abadi di Puncak Carstens akan terus menyusut akibat pemanasan global. Bahkan para ahli memperkirakan salju tersebut akan menghilang. Jadi, sebelum hal tersebut terjadi, datanglah ke Puncak Carstensz.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top