Geliat Intan Jaya Pintar, Sehat, dan Sejahtera

Siapa tak kenal Cartensz, sebuah pegunungan bersalju abadi yang sudah ditetapkan menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Intan Jaya.  Ketenarannya sudah mendunia, dan menjadi  daerah tujuan wisata, bahkan menjadi tantangan tersendiri bagi pendaki gunung. Lihatlah, betapa indahnya pegunugan itu, tapi sayangnya, masyarakat yang tinggal di bawahnya masih memprihatinkan. Secara nasional, kondisi social ekonominya mendudukui urutan buncit. Masalah-masalah mendasar masih akrab dihadapi daerah ini. Walau demikian, hal itu tidak menyurutkan langkah Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni untuk berbenah. Sejak dilantik, Bupati, wakil bupati beserta jajarannya berupaya melakukan langkah-langkah terobosan, sebagai perwujudan  visi dan  misi, yang telah dicanangkannya, yaitu  “Intan Jaya Pintar, Sehat, dan Sejahtera. Secaara simultan, Pemkab Intan Jaya membangun berbagai sarana dan prasarana, serita infratruktur jalan untuk menerobos keterisolasian wilayah. Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni mengemukakan,  pembangunan infastruktur dan pengembangan sumberdaya manusia telah menjadi prioritasnya. Infrastruktur jalan antar disitrik sudah banyak dibangun, dan jalan antar kabupaten juga sudah berjalan pembangunannya, terutama Jalan menuju  kabupaten terdekat, yaitu menuju Kabupaten Paniai. “Dari 30 km jalan yang direncanakan, kini sudah terbangun lebih dari 20 km. Pihaknya berharap, Kabupaten Pania juga membangun jalan ke wilayah perbatasan sehingga nantinya bisa menyambung dengan jalan yang telah dibangun kabuapten Intan Jaya,” jelasnya. Terobosan Intelektual muda Kabupaten Intan Jaya, yang juga penulis buku “Rekam Jejak Sebuah Refleksi Perjuangan Masyarakat Moni Menuju Intan Jaya”, “Demokrasi Tanpa Bercak Darah, Pesan Damai Pilkada Perdana Intan Jaya” Neno Tabuni, S.Sos menuji keberhasilan pembangunan yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.  Di bidang infrastruktur, misalnya,  pembangunan jalan keliling ke ibukota kabupaten, lalu jalan sambung ke kabupaten tetangga yaitu Paniai, kemudian di sebelah timur menuju Puncak Ilaga, di sebelah utara menuju Waropen, sementara di arah selatan menuju ke Carstensz, dan dari jalan yang dekat dengan Freeport menuju Carstensz. “Dengan adanya infrastruktur jalan yang baik, hasil tani dan ternak masyarakat dari distrik dan kampung-kampung bisa didistribusikan dengan baik ke ibukota kabupaten,” katanya, sebagaimana dirilis  dalam penjelasan tertulis Humas Kabupaten Intan Jaya. Sementara,  di bidang pendidikan, ujar Neno, Pemkab Intan Jaya juga memberikan bantuan berupa biaya pendidikan kepada mahasiswa S1, S2, S3, serta memberikan bantuan fasilitas berupa asrama atau kontrakan untuk mereka yang menempuh pendidikan di luar Intan Jaya. Sementara di bidang kesehatan, menurut Neno, saat ini sedang diselesaikan pembangunan RSUD Intan Jaya, supaya masyarakat Intan Jaya jika sakit tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar. Meski pembangunan di Kabupaten Intan Jaya sudah berjalan dengan baik, namun Neno mengingatkan Pemkab Intan Jaya untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan, tata kelola keuangan, tata kelola kemasyarakatan, serta terus membina dan memperbaiki kinerja pegawai, para pejabat SKPD/kepala dinas di Kabupaten Intan Jaya untuk melayani masyarakat. “Kami perlu mengingatkan hal itu karena DPRD bukan sekadar lembaga pengawas pemerintah daerah, tapi lebih dari itu merupakan mitra kerja dalam membangun dan membina masyarakat,” kata Neno, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Intan Jaya. (Humas) BOX: Membangun Asrama Mahasiswa Pengembangan sumberdaya manusia  telah menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Intan Jaya. Pelajar yang berhasil menamatkan pendidikan SMA, diberikan beasiswa/bantuan pendidikan untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi sesuai minat dan bakatnya. Bahkan, untuk menunjang hal itu, dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya gencar membangun asrama mahasiswa, baik yang berlokasi di Papua maupun di luar daerah. Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni , dalam penjelasan tertulis Humas Kab.Intan Jaya menjelaskan, beberapa asrama mahasiswa yang sudah dibangun antara lain:  Manokwari, Jayapura, Makassar, Manado, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Pembangunan sejumlah asrama tersebut, lanjutnya,  merupakan salah satu wujud nyata perhatian Pemkab kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar Kabupaten Intan Jaya. Dengan adanya asrama mahasiswa tersebut, Bupati berharap mutu sumber daya manusia generasi muda Intan Jaya dapat semakin baik, dan akan lebih baik lagi bila setelah lulus kuliah mereka bersedia pulang untuk membangun kampung halaman. Untuk jejang pendidikan SD sampai dengan SMA, perhatian Pemkab dilakukan dengan cara melakukan pemetaan dan pembangunan asrama bagi siswa sekolah SD, SMP dan SMA yang dipusatkan dalam suatu wilayah. “Untuk yang di Kabupaten Intan Jaya, kita lakukan pemetaan potensi pengembangan pendidikan. Dari delapan distrik di wilayah Kabupaten Intan Jaya, kita sudah petakan, untuk wilayah barat dipusatkan Belay Komyong, sedangkan untuk wilayah timur di Taripa,” ujar Bupati. Bupati menjelaskan, sebagai wujud keseriusan Pemkab dalam mewujudkan visi Intan Jaya Pintar, pihaknya juga melakukan kerjasama Guru Kontrak bersama Universitas Gajah Mada Yogyakarta. “Kita kerjasama guru kontrak dengan UGM, dan ada puluhan guru yang kita datangkan. Mereka mengajar di sekolah-sekolah tersebut di Intan Jaya selama lima tahun. Dan jika ada penerimaan pegawai, kita akan masukkan mereka dalam formasi penerimaan tersebut,” ujarnya. Menurut Bupati, para guru kontrak itu didatangkan karena Kabupaten Intan Jaya masih kekurangan guru, sehingga untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu didatangkan guru dari luar Papua. Hal itu dilakukan karena  guru-guru  asli Intan Jaya banyak yang enggan  mengajar. Mereka banyak yang pindah ke Dinas,  dan ada juga yang jadi anggota DPR.  (Humas Kab, Intan Jaya)

One thought on “Geliat Intan Jaya Pintar, Sehat, dan Sejahtera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *