Wilayah

Kabupaten Intan Jaya mempunyai Batas Wilayah :- Utara: Masirei (Kabupaten Waropen)- Selatan: Dumadama, Bibida, Ekadide, Aradide (Kabupaten Paniai)- Barat: Bogoboida (Kabupaten Paniai), Napan (Kabupaten Nabire)- Timur: Doufo, Beoga, Ilaga (Kabupaten Puncak) DISTRIK SUGAPA
  • Merupakan Ibukota Kabupaten Intan Jaya.
  • Jumlah Penduduk: Sdh ada
  • Jumlah Kampung: Sdh ada
  • Aksesibilitas:

Udara :   Terdapat satu bandara, Bilorai. (satu-satunya bandara berlandaspacu aspal).

Dari kabupaten lain, hanya bisa diakses melalui pesawat udara. Penerbangan dari Timika 2x/minggu, sementara dari Kab. Nabire selalu ada penerbangan setiap hari, baik reguler maupun carter.

Darat:  tersedia jalan yang dapat dilalui mobil roda empat meski kenyataannya majoritas penggunanya adalah sepeda motor dan pejalan kaki. Hampir semua kampung dapat dijangkau dengan sepeda motor. Sementara jumlah mobil roda empat  hanya tiga  kendaraan dinas dan mobil-mobil  operasional projek milik swasta.

 

DISTRIK AGISIGA

  • Ibukota: Unabunoga
  • Jumlah Penduduk: sdh ada
  • Jumlah Kampung: sdh ada
  • Aksesibilitas :

Udara: Tidak ada penerbangan reguler, dan dalam kurun waktu satu bulan hanya ada sekitar 5-10 pesawat, yang dicarter masyarakat untuk berbagai keperluan, mendarat di sini. Semuanya berasal dari Nabire, dan pada umumnya mengangkut bahan makanan.

Darat:

  • Tidak ada akses jalan kendaraan bermotor untuk sampai di distrik ini.

Perjalanan dari Ibukota Kabupaten, Sugapa, menuju ibukota Distrik Agisiga hanya  bisa ditempuh dengan berjalan kaki  selama 5-6 jam melalui jalan setapak. Sementara, perjalanan antarkampung, internal distrik,  juga hanya  dapat ditempuh dengan jalan kaki lewat jalan tikus (setapak).  Medannya cukup berat,  turun-naik gunung.

Dari ibukota Distrik, kampung terdekat bisa ditempuh dengan  jalan kaki selama  3 jam, dan yang terjauh membutuhkan waktu  6 jam perjalanan.

DISTRIK TOMOSIGA

 

  • Ibukota: sdh ada
  • Jumlah penduduk: sdh ada
  • Jumlah Kampung: sdh ada
  • Aksesibilitas - Udara: tlg dilengkapi

Udara:Lapangan terbang dengan landas pacu yang pendek  (sekitar 400 meter) seingga hanya bisa didarati oleh pesawat jenis Pilatus Porter. Sangat jarang ada penerbangan ke distrik ini. Penerbangan sekali waktu hanya untuk aktivitas gereja.  Saat ini, untuk melakukan dropping raskin, pmerintah  harus menggunakan jasa  helikopter carteran.

Darat: Jarak tempuh dari Ibukota kabupaten, Sugapa ke Ibukota Tomosiga butuh waktu  7 hari perjalanan jalan kaki . Sementara, perjalanan dari ibukota  distrik  ke kampung terdekat berkisar  1 jam, dan kampung terjauh sekitar 9-10 jam jalan kaki orang  setempat.  Khusus pendatang  yang tidak terbiasa jalan jauh di medan pegunungan, waktu tempuhnya bisa 2 atau 3 kali lebih lama daripada penduduk lokal.

 DISTRIK UGIMBA

 

  • Ibukota:
  • Jumlah Penduduk:
  • Jumlah Kampung:
  • AKSESIBILITAS—:
Udara: Tersedia lapangan terbang, tapi sangat jarang didarati pesawat. Tidak ada penerbangan reguler, tapi ada penerbangan carter. Darat: Dari ibukota, Sugapa bisa ditempuh dalam 6-7 jam jalan kaki.

Distrik Homeyo

  • Ibukota:
  • Jumlah Penduduk:
  • Jumlah Kampung:
  • Aksesibilitas:
Udara:Distrik  bisa dijangkau dengan transportasi udara dari Nabire dan Timika. Ada empat lapangan terbang di distrik ini. Namun yang relative sering digunakan untuk aktivitas penerbangan adalah lapangan terbang perintis Pogapa.

 Lapangan terbang ini awalnya dibangun gotong royong dengan peralatan sederhana oleh masyarakat dengan didampingi oleh Misionaris Kristen Protestan.

Dengan landas pacu sekitar 500 meter, lapangan terbang ini hanya bisa didarati pesawat terbang jenis Pilatus milik maskapai MAF (Missionary Aviation Fellowship) dan AMA (Association  Mission Aviation).

  • Belum ada penerbangan regular dari dan ke Pogapa. Dalam seminggu rata-rata sekitar 3 kali kedatangan dan pemberangkatan. Penerbangan melayani aktivitas gereja, pelayanan masyarakat non regular dan carteran.

Darat:Dari Ibukota Kabupaten, untuk mencapai ibukota distrik di Pogapa bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor dari Sugapa ke Bilai II (salah satu kampung yang terletak di  distrik Homeyo) sekitar 1jam naik motor, dan dilanjutkan dengan jalan kaki mendaki bukit sekitar 10 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam bagi masyarakat lokal.

Sejauh ini, Dinas Pekerjaan Umum  sudah melakukan survey untuk pembangunan ruas jalan baru dan jembatan yang menghubungkan Bilai dengan ibukota distrik Pogapa.

Distrik Wandai

  • Ibukota: sdh ada
  • Jumlah Penduduk : sdh ada
  • Jumlah Kampung:: sdh ada
  • Aksesibilitas:
Udara: Bisa ditempuh melalui pesawat udara dari Nabire. Tidak ada penerbangan reguler, tapi bisa menumpang di pesawat cargo. Hanya saja, antriaannya/ waiting list-nya panjang dan tidak ada kepastian jadwal keberangkatan. Darat:

Dari  ibukota Kabupaten, Sugapa, sebagian wilayah Wandai bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua yakni  hingga Kampung Hulagupa, Dubasiga dan Mbugulo.

Akses jalan darat berhenti di Kampung Mbugulo bagian bawah di seberang sungai Kemabu.  Untuk mencapai ibukota Distrik yang terletak di Mbugulo bagian atas, masih harus menempuh jalan kaki sekitar 1 jam.

Sekadar informasi,  diseberang sungai Kemabu sudah dibuka jalan darat menuju Paniai. Sayangnya, belum ada jembatan yang bisa dilalui kendaraan untuk menghubungkan kedua ujung jalan diseberang sungai Kemabu ini.

Distrik Hitadipa

  • Ibukota: sdh ada
  • Jumlah Penduduk:sdh ada
  • Jumlah Kampung: sdh ada
  • Aksesibilitas:
Udara:  lapangan terbang hanya bisa didarati  pesawat pilatus karena landasan pacunga hanya landasan rumput sepanjang 550 meter. Tidak ada penerbangan reguler, tapi bisa carter. Darat:

Hitadipa adalah distrik terdekat dari Ibukota Kabupaten, Sugapa.  Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor (roda dua) dalam tempo sekitar 1 jam.

Tujuh    dari delapan kampung telah terhubung jalan darat, dan satu-satunya kampung yang belum terhubung jalan darat adalah  Balaimai. Penyebabnya, tingkat kelerengan  kampung ini  tergolong  curam sehingga menyulitkan untuk pembangunan jalan tembus ke kampung lainnya.

Distrik ini terletak di ujung timur Kabupaten  Intan Jaya, dan berbatasan dengan Kabupaten Pucak Jaya.  Saat ini sedang dikerjakan proyek jalan menuju perbatasan di distrik Illaga Kabupaten Puncak Jaya.

Distrik Biandoga

  • Ibukota: Bugalaga
  • Jumlah Penduduk: sdh ada
  • Jumlah Kampung: sdh ada
  • Aksesibilitas:
Udara: Bisa ditempuh melalui pesawat udara dari Nabire. Tidak ada penerbangan reguler, tapi bisa menumpang  pesawat cargo. Hanya saja, antriaannya/ waiting list-nya panjang dan tidak ada kepastian jadwal keberangkatan. Darat:Jalan darat antar kampung hanya jalan setapak, dan belum dapat dilalui kendaraan bermotor. Dari ibukota distrik, Jarak tempuh ke kampung terjauh, seperti Maulagi dan Maniwo,  betuh waktu  sekitar 6-7 hari jalan kaki.

Kini sedang dibangun jalan darat Bugalaga – Wandai. Nantinya, bila projek ini tuntas, Biandoga bisa terhubung akses jalan ke wandai, lanjut Sugapa.

Rutenya : Bugalaga – Wandai – Bilai - Sugapa